Dosen PBio UAD Jadi Trainer STEM Internasional
Yogyakarta, 11 Mei 2026 – Kiprah Dosen Universitas Ahmad Dahlan ( UAD ) Kembali diakui di kancah internasional. Dosen Prodi Pendidikan Biologi ( PBio ) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan (FKIP) Irfan Yunianto, Ph.D. , dipercaya menjadi Trainer STEM dalam program internasional bergengsi STEM Education Leadership for Change (SELC) 2026 . Program tersebut berlangsung 27 – 30 April 2026 di Fakultas Pendidikan, Universitas Chulalongkorn, Thailand.

Program ini terselenggara atas dukungan dana dari Chevron, USA dan diorganisir oleh SEAMEO STEM-ED berkolaborasi dengan SEAMEO SEAMOLEC, SEAMEO RECSAM, SEAMEO INNOTECH , serta didukung oleh Michigan State University, USA .
Dalam kapasitasnya sebagai pelatih, Irfan berkontribusi dalam pengembangan Professional Development (PD) Plan dan Modul dalam Climate Change Education (CCE) berbasis STEM. Program ini mengintegrasikan pendekatan Pembelajaran 3 Dimensi NGSS (Next Generation Science Standards) , CER (Claim-Evidence-Reasoning) Framework , serta tools digital canggih SAGE Modeler , CODAP , dan Floaino . Modul yang dikembangkan akan mendukung implementasi Kurikulum Nasional di jenjang SD, SMP, dan SMA melalui pendekatan multidisipliner yang kuat.
“Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi juga tantangan pendidikan. Melalui SELC 2026, kami ingin menghadirkan pembelajaran STEM berbasis fenomena nyata agar siswa mampu berpikir kritis dan merancang solusi berkelanjutan,” ujar Irfan Yunianto.
Kontribusi Irfan dalam program ini meliputi penyusunan kurikulum CCE terintegrasi dan desain proyek berbasis data yang siap diterapkan di sekolah mitra di Indonesia. Keterlibatannya turut memperkuat posisi Program Studi Pendidikan Biologi UAD sebagai pusat pengembangan pendidikan STEM berbasis riset dan inovasi.

PBio UAD adalah program studi unggulan yang fokus pada pengembangan pendidik biologi dan sains yang berkualitas, inovatif, dan berwawasan global. Dengan semangat “ Membangun Peradaban melalui Pendidikan ”, prodi ini terus berkontribusi dalam menciptakan solusi pendidikan untuk tantangan abad ke-21, termasuk isu perubahan iklim dan keinginan.



