Prestasi Membanggakan, Mahasiswa PBio UAD Raih Juara Lomba Debat UAD di JSIF
Prestasi memukau kembali diukir oleh mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Tim mahasiswa PBio UAD (Pendidikan Biologi) berhasil meraih Juara Lomba Debat UAD dalam ajang JPMIPA Science & Intelektual Festival (JSIF). Tim ini beranggotakan Slyvia Azzahra Chandra, Ifa Izza Falichah, dan Ismail. Kebahagiaan tim semakin lengkap karena Slyvia Azzahra Chandra juga memborong penghargaan individu sebagai Pembicara Terbaik.
Perjalanan Tim Juara Lomba Debat UAD Menuju Kemenangan
Ajang kompetisi nasional ini berlangsung di Kampus 4 Gedung Utama UAD. Selain itu, seluruh mahasiswa FKIP UAD berkesempatan untuk berpartisipasi dalam ajang penyelenggara tersebut. Mewakili tim, Slyvia menceritakan awal keikutsertaan mereka dalam kompetisi. Rasa penasaran menjadi alasan utama mereka memberanikan diri untuk mendaftar. “Awalnya kami merasa penasaran dan iseng untuk mencoba hal baru. Apalagi kompetisi debat kali ini merupakan pengalaman pertama bagi kami,” ungkap Slyvia saat diwawancarai.
Meski berstatus pemula, mereka terus berlatih secara konsisten. Selanjutnya, mereka rutin berkumpul di kampus dan membuat percakapan grup online. Oleh karena itu, peran orang tua dan teman-teman IMM sangat besar. Mereka selalu memberikan dukungan moral serta menyediakan tempat berdiskusi yang nyaman.
Bangkit dari Momen Pesimis
Perjalanan menuju podium juara tidak selalu mulus. Bahkan, tim sempat merasa pesimis saat berlaga pada babak awal. “Kami sempat menyatakan kalah pada penyisihan sesi pertama. Namun, kami bangkit pada sesi kedua hingga berhasil lolos ke semifinal,” jelas Slyvia. Kunci sukses mereka terletak pada komunikasi yang terbuka. Setiap anggota saling bertukar data dan menyusun strategi bersama. Hasilnya, mereka mampu menyatukan argumentasi dengan sangat solid.
Strategi Jitu dan Kunci Keberhasilan Best Speaker
Pada babak final, tim menghadapi mosi yang sangat menantang. Topik perdebatan membahas pilihan Gen Z antara sertifikasi profesional dan pendidikan formal. Sebagai tim oposisi, mereka menekankan pentingnya menyelesaikan pendidikan formal terlebih dahulu. Pendidikan formal memberikan landasan teori yang sangat esensial. Di sisi lain, sertifikasi profesional menjadi pelengkap saat dunia kerja menuntut keahlian khusus. Penyampaian argumen yang tegas dan berdasarkan data nyata menghantarkan Slyvia menjadi Best Speaker. Untuk mengatasi rasa cemas, Slyvia memiliki trik khusus. Ia selalu menanamkan rasa percaya diri sebelum berbicara di depan juri. Keberhasilan tim Juara Lomba Debat UAD ini membuktikan kualitas sivitas akademika UAD. Semoga prestasi ini dapat menginspirasi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya.



