Mahasiswa PBIO UAD Raih Juara 1 Artikel Ilmiah Nasional
YOGYAKARTA – Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UAD kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Ifa Izza Falichah, salah satu mahasiswi Pendidikan Biologi angkatan 2023, sukses meraih Juara 1 Kategori Artikel Terbaik Subtema Pendidikan. Pencapaian luar biasa ini diraih dalam ajang Kompetisi Artikel Ilmiah Tingkat Nasional #2 Tahun 2026. Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Biro Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Ahmad Dahlan pada 20 Mei 2026. Pada kompetisi tersebut, Ifa mengajukan artikel berjudul “Integrasi ChatGPT dalam Proses Pembelajaran: Ancaman atau Asisten bagi Kreativitas Mahasiswa?”. Karya tersebut berhasil memikat perhatian para juri nasional.
Gagasan Inovatif Mahasiswa PBIO UAD tentang Kecerdasan Buatan
Topik pilihan Ifa sangat erat dengan kehidupan mahasiswa masa kini. Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan seperti ChatGPT bukanlah sebuah ancaman bagi kreativitas belajar. “ChatGPT tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman terhadap kreativitas. Sebaliknya, teknologi ini dapat menjadi alat bantu yang efektif apabila kita menggunakannya secara bijak,” ujar Ifa. Proses penulisan artikel ilmiah ini dimulai tepat setelah pengumuman lomba dirilis. Pertama, ia mengkaji isu penggunaan AI dalam pendidikan secara mendalam. Selanjutnya, ia menyusun kerangka tulisan serta melakukan revisi secara berulang. 
Strategi Penyusunan dan Manajemen Waktu
Kunci keberhasilan mahasiswa PBIO UAD ini terletak pada riset referensi yang kuat. Pertama, ia memperkuat argumentasi tulisan menggunakan jurnal-jurnal ilmiah terbaru. Hal tersebut membuat artikelnya memiliki landasan akademis yang kokoh. Selain itu, ia membagi waktu menulis dengan menetapkan target harian. Oleh karena itu, kegiatan akademik rutinnya tetap berjalan seimbang tanpa terganggu. Informasi lengkap mengenai kurikulum serta prestasi akademik kampus dapat dibaca melalui laman resmi Program Studi Pendidikan Biologi UAD.
Dukungan Lingkungan Akademik dan Motivasi Diri
Di balik capaian bangga ini, terdapat peran penting dari lingkungan akademik kampus. Bimbingan intensif dari dosen serta dukungan rekan sejawat menjadi motivasi terbesar bagi Ifa. Selain itu, doa dari keluarga terus mengalir selama proses kompetisi. Ifa mengaku sangat bersyukur dan tidak menyangka bisa meraih posisi tertinggi. Sebagai hasilnya, ia berharap pencapaian ini dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkompetisi.




