Dosen Pendidikan Biologi UAD Lolos Pendanaan Pengabdian 2026, Siap Hilirisasi Produk Lidah Buaya di Sedayu
Yogyakarta, 15 April 2026 salah satu dosen Pendidikan Biologi Universitas Ahmad Dahlan Dr. Novi Febrianti, M.Sc lolos Program Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Hibah DPPM Kemendiktisaintek 2026, skema Pemberdayaan Wilayah. Novi Febrianti, M.Sc dan tim pengabdian melakukan ilmuwan lintas disiplin kembali menggulirkan program pemberdayaan ekonomi di Kelurahan Argomulyo, Kapanewon Sedayu, Bantul. Program yang kini memasuki tahun kedua ini fokus pada hilirisasi budidaya lidah buaya menjadi berbagai produk olahan bernilai ekonomi tinggi, mulai dari kuliner hingga produk kecantikan. Dua kelompok mitra utama menjadi penggerak program ini, yaitu Jama’ah Tani Muhammadiyah (Jatam) dan kelompok PKK Kelurahan Argomulyo. Jatam berperan dalam penyediaan lahan budidaya yang luas, sementara anggota PKK memanfaatkan lahan pekarangan dengan media tanam polybag dan galon bekas, serta Ribuan bibit yang ditanam sejak tahun pertama kini telah siap dipanen untuk diproses lebih lanjut. 
Selain memproduksi jenang dan minuman lidah buaya, inovasi tahun ini mencakup pembuatan tepung lidah buaya. Proses pengeringan dilakukan menggunakan teknologi ‘Solar Dome Dryer’ atau kubah pengering tenaga surya yang telah dibangun di lokasi. Teknologi ini memastikan proses pengeringan lebih higienis dan efisien sebelum bahan baku diproses menjadi tepung atau komponen produk kosmetik. Pemberdayaan ini dilakukan secara komprehensif dari hulu ke hilir. Tim tidak hanya memberikan pelatihan produksi, tetapi juga pendampingan legalitas melalui pengurusan izin P-IRT (Produksi Pangan Industri Rumah Tangga) serta pelatihan pemasaran digital. Masyarakat diajarkan teknik fotografi produk dan strategi promosi melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pasar. 
Program pemberdayaan ekonomi ini diharapkan mampu mewujudkan kemandirian ekonomi bagi warga Argomulyo. Selain itu, mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengentasan kemiskinan. Dengan dukungan koordinasi dan koordinasi yang solid, produk lidah buaya asal Sedayu ini diproyeksikan mampu bersain di pasar yang lebih luas.



