Prodi Pendidikan Biologi UAD bersama USANT Philipina Mempelajari Jenis dan Perilaku Satwa di Gembiraloka

city tour 8

Untuk mendapatkan pengetahuan yang terbaik, University of Saint Anthony (USANT) Philipina jauh-jauh belajar ke Pendidikan Biologi UAD Yogyakarta.

Program Studi Pendidikan Biologi FKIP UAD membimbing 15 mahasiswa dan dosen-dosen dari USANT Philipina. Kegiatan yang dilaksanakan Minggu, 31 Januari 2016 ini memilih Kebun Binatang Gembiraloka sebagai tempat belajar. Tujuan kegiatan yang merupakan bagian dari program city tour selain memberi kesempatan penyegaran disela kepadatan jadwal di Yogyakarta, juga menunjukkan bagaimana pembelajaran sains (khususnya biologi) dapat diajarkan secara menyenangkan. Menurut Hendro Kusumo EPM dosen PBIO FKIP UAD, belajar biologi itu menyenangkan jika kita merasakan, melakukan, dan mengalami langsung. “Biologi bukan ilmu hafalan, karena kita hidup di dalamnya, kita adalah bagiannya.”

city tour 6Jenis dan perilaku satwa menjadi bagian materi city tour yang menarik dan berharga bagi Richard bersama kawan-kawannya. Koleksi satwa di Gembiraloka membuat waktu materi selama 4 jam terasa sangat singkat. Agenda utama dalam kegiatan di Gembiraloka ini adalah Pertunjukan satwa pintar. Pertunjukan satwa pintar bukan hanya hiburan bagi ilmuwan biologi yang menekuni dunia pendidikan. Penjelasan dosen PBIO UAD  tentang proses “belajar” satwa itu sendiri beserta perilaku bawaannya yang memukau Mark salah satu dosen dari USANT. Di kegiatan ini rombongan USANT tidak melepaskan kesempatan foto bersama dengan orang utan, phyton, dan nuri. “I am very happy in here” ujar Mark ketika ditanyakan bagaimana kesannya.

Satwa favorit Richard dan kawan-kawan adalah pinguin. Hampir tidak percaya bahwa pinguin bisa hidup di negara tropis. Memang seluruh area satwa tidak dapat didatangi karena keterbatasan waktu, namun mahasiswa dari Philipina merasakan pengalaman belajar yang belum pernah mereka alami di negaranya. “Di balik perilaku dan cara komunikasi satwa terdapat nilai-nilai pendidikan dan budaya yang dapat menjadi cerminan bagi setiap manusia belajar memahami kehidupan,” demikian paparan Hendro Kusumo EPM selaku fasilitator dari UAD berbagi pengalaman dan menjalin persahabatan antara dua negara.