BERTANAM SAYURAN SECARA HIDROPONIK DI KAMPUNG COKROKUSUMAN

Jumlah penduduk di daerah perkotaan saat ini mengalami peningkatan, diikuti dengan meningkatnya kebutuhan pangan. Berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan tersebut antara lain ekstensifikasi lahan pertanian yaitu dengan cara menambah luas lahan, hal ini sepertinya sulit untuk dilakukan mengingat lahan di perkotaan semakin sempit. Usaha lainnya yang dapat dilakukan adalah intensifikasi pertanian, yaitu dengan cara mengintensifkan budidaya tanaman dengan memperbaiki pertumbuhan antara lain dengan pemberian pupuk yang tepat, dengan pengairan dan pemeliharaan tanaman yg baik. Permasalahan lahan juga menjadi permasalahan yang serius untuk ditangani, salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan bertanam secara hidroponik atau beranam tanpa tanah.

Dari hasil pertemuan dengan pengurus Aisyiyah Cokrokusuman diketahui bahwa warga kampung  belum memanfaatkan bertanam secara hidroponik. Hal ini  dikarenakan kurangnya pengetahuan dan keterampilan warga mengenai hidroponik. Terhadap keadaan tersebut tim dosen UAD yang terdiri dari Zuchrotus Salamah dan Hadi Sasongko mempunyai gagasan untuk melakukan pengabdian masyarakat di Cokrokusuman dengan tema “Pemanfaatan Halaman Rumah dengan Bertanam Sayuran secara Hidroponik di Kampung Cokrokusuman”.

Sasaran dari kegiatan ini adalah ibu-ibu anggota Aisyiyah Ranting Cokrokusuman dan warga RT 41 Cokrokusuman. Penyuluhan dan praktek dilakukan selama 3 (tiga) bulan, dimulai dari tanggal 6 Januari 2018 sampai dengan 18 Maret 2018. Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Musholla keluarga bapak H. Achmad Salim. Materi yang diberikan meliputi: pemanfaatan lahan sempit, teori mengenai bagaimana menanam tanaman secara hidroponik, praktek hidroponik, dan pemanfaatan bahan bekas untuk bertanam tanaman secara hidroponik.

Ke depan dari kegiatan ini diharapkan dapat semakin menambah wawasan dan keterampilan bagi ibu-ibu warga di Cokrokusuman mengenai Hidroponik. Tampilan yang cantik dari hidroponik dengan barang bekas sebagai wadahnya akan menjadikan kampung Cokrokusuman yang lebih asri dan ramah lingkungan, juga memberikan dukungan kesehatan dari sayuran bebas pestisida yang dibudidayakan di lahan yang terbatas. (aan).